Coffee and Contemplation - 2

  Sejak 2012, gue berulang kali mau nabung dollar. Tapi gue urungkan. Bukan karena ngga yakin dollar bakal naik. Justru karena gue yakin dollar pasti naik terhadap nilai tukar rupiah. Dan gue kepikir, kalau dollar naik, pasti berdampak pada ekonomi negara. Ekonomi orang-orang di sekitar gue. Bukan karena mereka pake dollar. Tapi karena pada skala makro, pertukaran komoditi masih menggunakan dollar. Dan mau ngga mau, melihat harga dollar yang tinggi, komoditas dalam negri pasti melirik pasar luar. Namanya juga bisnis, maunya untung. Didasari pemikiran kalau nabung dollar berasa ngga nasionalis, dan berbahagia di atas kesulitan sodara sebangsa dan setanah air, maka gue memilih invest di saham-saham plat merah. Tujuannya selain untuk investasi juga berkontribusi terhadap usaha milik bangsa. Namun lagi lagi. Ngga di mana-mana, cinta gue selalu bertepuk sebelah tangan. Relationship, karir, berwarganegara, pada akhirnya, pemikiran dan tindakan gue yang dilandaskan perhatian, kasih sayang...

Too much dimsum couldn't kill me






Ceritanya lagi nemenin reporter ngeliput Bamboo Dimsum. Langsung disajikan lebih dari 70 macam varian dimsum. Abis itu, tiga hari gue kagak makan. Hahaha, berlebihan. Nagih nih, Bamboo Dimsum. Kalau yang ini ngeliputnya langsung di gerai pertama di Kelapa Gading, besok-besok mau makan yang deket rumah aja aah.
Lagi sok-sokan jadi food blogger nih. Moto makanan ternyata asik, nggak ribet ngatur gayanya. *njiiiing*
Kenapa kalau lagi diburu editor, hasrat ngeblog gue menggebu-gebu?

Comments