My Eternal Crush

Belakangan saat manic sudah mulai mengendur, saya sibuk mencari jeans kesayangan di antara tumpukan baju berwarna hitam. Di sana, saya justru menemukan sekelumit kenangan.

Ini kemeja hitam yang sama yang ia kenakan saat memuji saya. Kemeja hitam yang sama yang ia berikan pada saya. Kemeja hitam yang sama yang saya kenakan tiap kali merinduinya. Dan di sana kenangan itu tergeletak.

Semilir angin membawa alunan Dream dari The Cranberries. Lagu favorit kami bersama. Lalu hati saya merana. Kenangan itu begitu manis hingga saya enggan mengingatnya. Namun senyum tersungging di bibir saya. Meresapi segala perjalanan kami.

Kami tidak pernah bersama. Kami hanya searah dan beriringan. Kadang bergenggaman tangan. Kadang berlari saling mendahului. Mungkin mencinta. Sering mencaci.

Hanya karena saya mengingatnya tak lantas saya terkungkung akan kisah masa lalu. Lebih karena saya menghargainya dan menyambutnya saat ia terkenang. Cuma karena saya pergi, tidak berarti saya melupakan. Walau sesiapa pun yang datang. Ia tetap terkenang.

Lelaki berkemeja hitam.
Selamanya tetap terkenang.

Comments