Coffee and Contemplation - 2

  Sejak 2012, gue berulang kali mau nabung dollar. Tapi gue urungkan. Bukan karena ngga yakin dollar bakal naik. Justru karena gue yakin dollar pasti naik terhadap nilai tukar rupiah. Dan gue kepikir, kalau dollar naik, pasti berdampak pada ekonomi negara. Ekonomi orang-orang di sekitar gue. Bukan karena mereka pake dollar. Tapi karena pada skala makro, pertukaran komoditi masih menggunakan dollar. Dan mau ngga mau, melihat harga dollar yang tinggi, komoditas dalam negri pasti melirik pasar luar. Namanya juga bisnis, maunya untung. Didasari pemikiran kalau nabung dollar berasa ngga nasionalis, dan berbahagia di atas kesulitan sodara sebangsa dan setanah air, maka gue memilih invest di saham-saham plat merah. Tujuannya selain untuk investasi juga berkontribusi terhadap usaha milik bangsa. Namun lagi lagi. Ngga di mana-mana, cinta gue selalu bertepuk sebelah tangan. Relationship, karir, berwarganegara, pada akhirnya, pemikiran dan tindakan gue yang dilandaskan perhatian, kasih sayang...

lluvia #25

'you can love me, you know.'
'no, i wont.'
'still in love with him?'
'it's not in love. but, yes. the love stay. You might should leave me.'

Dear sir, i found this boy, he's crazy about me. He have nothing but want to give me everything. His heart, is all mine.

No, dont tell me to run to him. Even if im not fall over heels to you, i got nothing for this boy.

But sir, i see me in his eyes. How i longing for you. How i give my all to you. Yes, you take me for granted. Like i to him.

He ask me to love him. I dont have any since its all yours.

It was rain when he tried to reach my hand. It was you i have in mind when i sat beside him.

Sir, im afraid im okay with you not around. Sir, have i crossed on your mind?

I wish for a rainy day. It's always rain whenever i am sad. You can guess it, im no longer sad over you.

Sir, i'll treasure us.

Comments