lluvia #21

Saya melihat perempuan itu lagi. Bedanya ia sudah ahli menyunggingkan senyum menutupi perih di dadanya. Saya mendekat untuk menyapa.
'hari ini hujan,' ujarnya. Iya, sore ini memang hujan. Tepat saat kami berpapasan di tepi jalan.
'boleh kamu sampaikan pada dia, saat ini saya merindunya.' tanpa sadar tangan kanannya meraba dada. Masih terasa sesak.
'katanya, orang yang tidak bisa menangis itu adalah orang yang lemah.' ucapnya lagi, 'saya merasa lemah saat merinduinya. demikian lemah hingga tak berdaya mengeluarkan air mata.'

Kami duduk berdampingan. Menunggu hujan reda. Menunggu airmatanya luruh. Menunggu lelakinya bicara. Menunggu entah apa.

Ia tidak bicara lagi. Airmata memenuhi rongga dadanya. Untuk lelaki yang menciptakan rindu.

'kamu, saya rindu.' ucapnya lirih.

Comments