lluvia #16

Lalu saya ingat kamu. Sungguh sial, sebenarnya saya tidak sanggup mengenyahkan mu. Hari ini hujan. Jendela besar di samping saya menampilkan kabut di tengah kota.
Oh tolong hentikan. Otak saya lantas memutar kepingan tawa mu. Saya mohon berhenti. Saya tidak ingin kembali menatap mata itu.
Saya pernah bilang kamu candu. Kamu tertawa menanggapinya. Saya pernah bilang sayang. Kamu tertawa menanggapinya. Saya pergi. Kamu tidak (pernah) peduli.
Hentikan, hentikan, hentikan. Hujan, kabut, hormon, rindu, cinta, derita, tolong jangan ambil kesadaran saya.
Saya sudah pergi. Walau hati saya masih di sana. Walau hati saya terasa mati. Saya sudah pergi.
Pergi kemana saja, saya tetap cinta.
Sungguh sial.

Published with Blogger-droid v2.0.10

Comments