Affordable Coffee Shop: South Jakarta Vol.3

pergikuliner.com
Sebagai anak kampung sini, gue udah familiar dengan area Kalibata sejak ada pabrik sepatu BATA dan lapangan bola yang suka jadi tempat pasar malam. Lalu semua berubah sejak ada peraturan di Jakarta nggak boleh ada pabrik. Pabrik sepatu BATA tutup. Lokasi itu pun terbengkalai hingga pembangunan apartemen murah marak di Ibukota. Ketika tiba-tiba Kalibata City terbangun dengan megah, sebagai anak kampung, gue tentu saja menyambut dengan gembira. Terlebih sekarang banyak kedai kopi. Tapi, karena ini lokasinya dalam area bisnis, harap maklum kalau harga affordable di sini itungannya mahal sekali.

Sama Dengan Coffee
Sebelum berubah menjadi Sama Dengan Coffee, petak ini dihuni oleh kedai kopi juga. Cuma dari luar ambiencesnya gelap dan sumpek gitu, jadi gue nggak pernah masuk. Lama nggak main ke Kalibata City, tau-tau udah berubah jadi Sama Dengan Coffee yang rimbun dan sejuk. Walau ukurannya lebih kecil dari kedai kopi sebelumnya, tapi gue betah main di sini.
Sepintas memandang, Sama Dengan Coffee mengingatkan gue pada dapur seorang tante ramah dengan banyaknya jumlah tanaman gantung dan boneka hewan. Karena ruangannya kecil, rasanya jadi lebih intim di saat jam ramai, dan lebih homey di saat tidak sibuk.
Sama Dengan Coffee juga menyediakan penganan kenyang yang nggak gue cobain karena mahal, bok! Tapi kalau ada rejeki gue bermaksud mencicipi. Kebetulan kemarin nyobain Calamari dan Jap Icednya (like always) bikin gue nagih. Jadi pasti gue akan balik lagi ke mari.

Goeboex Coffee
A post shared by firman saputra (@saputraaa20) on
Nempel di sebelah Sama Dengan Coffee, ada Goeboex Coffee. Awalnya gue cuma tau kalau Goeboex Coffee ada di Cikini, eh taunya ada di Kalibata City juga. Cerita lucu kenapa gue tau lokasi Goeboex Coffee di Kalibata City adalah karena Tinder match gue tukang bikin kopi di situ. But worry not, I'm not kopdar sama doi.
Walau tetanggaan, ambience Goeboex Coffee beda banget dari Sama Dengan Coffee. Goeboex Coffee punya nuansa ruangan yang lebih redup dan di dominasi warna gelap. Untuk ukuran harga, 11-12 sama tetangga sebelah, manual brew start from Rp30.000.

Bookopi
A post shared by Bookopi (@bookopi) on
Sebelum Kalibata City sekece hari ini, sebelum ada Starbucks dan The Body Shop, Bookopi adalah sancutuary buat pencari kopi bercita rasa tinggi. Di awal gue sering mampir ke sini, Bookopi belum nyediain manual brew, jadi paling gue pesen espresso based dan pasta dengan rasa penuh rempah.
Seperti namanya, Bookopi berisikan buku dan kopi, cuma gue sendiri belum pernah baca-baca buku di sini karena terlalu berdebu. Rata-rata pengunjung lain pun biasanya sibuk dengan laptop atau berbincang bersama teman ngopi mereka.

Downside ngopi di Kalibata City adalah gue suka nemu penampakan tikus gemuk. Ini sepertinya bukan salah tenant, tapi lebih pada penanganan pengelola gedung. Jadi walau suka dikejutkan sama tikus-tikus, yah, gue bismillah aja nongkrong di sana.

Kedai kopi mana lagi yang menurut kamu oke di Kalibata City?

Comments

  1. Aku belum pernah main ke Kalibata nih. Sering liat temenku yang tinggal di sana kafenya seru-seru. Ayo kak kita nongkrong bareng, cari coffee shop yang afforadble tapi juga instagramable

    ReplyDelete

Post a Comment