SCREAM

"Kenapa tidak berteriak?"   Pertanyaan yang selalu muncul ke permukaan dalam diskursus kekerasan seksual. Ada tuntutan tersirat tentang konsep the perfect victim,  bahwa korban yang "sah" haruslah sesosok manusia suci tanpa cela yang melawan sekuat tenaga. Jika kamu membeku karena shock dan tidak berteriak, maka di mata mereka, kamu bukan korban. "Kenapa mau ikut pergi sama terlapor?"   Pertanyaan berikutnya. Mengesankan bahwa jika korban setuju untuk bertemu atau bepergian, maka ia juga otomatis menyetujui tindakan kekerasan seksual yang terjadi. Logika usang ini menganggap kekerasan seksual tidak akan terjadi jika korban bisa menjaga diri dengan baik: tidak dekat dengan pelaku, tidak tinggal bersama pelaku, dan selalu waspada. Lagi-lagi, tuntutan menjadi a perfect victim . "Kalau sudah tahu dia begitu, kenapa tidak ditinggalkan? Kenapa masih mau berhubungan?" Bahkan aparat penegak hukum pun sering kali sulit menerima kenyataan ini. Mereka gagal...

Talk the Talk, Walk the Walk

'Saya nggak biasa dan nggak mau terbiasa kerja di luar jam kerja.'

Kalimat di atas emang biasa aja dan masuk akal. Jujur gue sedikit kesindir sih. Mungkin maksudnya emang nyindir gue? Hehehe.

Soalnya gue emang seneng banget tenggelam di tumpukan kerjaan. Kadang, pas lagi dalam perjalanan menuju manapun, trus ngeliat billboard atau curi denger percakapan orang, gue seakan dapet inspirasi buat artikel edisi depan.

Atau, pas lagi tidur, trus dapet ilham lewat mimpi, gue kebangun dan nulis itu. Jadi, iya. Gue nggak membatasi waktu kerja gue. Karena kalau nggak dicatet, ide-ide tadi bisa ilang begitu aja.

Sebenernya, nggak ada masalah. Gue mau kerja kapan juga. Tapi, ternyata banyak juga orang yang nggak suka ngomongin kerjaan di luar jam kerja. My bad. Lagian, maksud gue kan cuma ngasih info. Ngerjainnya yah nanti pas jam kerja.

Gimana yah, gue seneng sih sama jobdesk gue, jadi gue nggak ngerasa terbebani melakukannya kapan pun gue mau. Sure there is a slight different between doing something you love (which is something that involves a passion of yours) and loving what you do - even if it doesn't involve something you are passionate about.

Be passionate,
Shinta. (Oh, saya pun benci work overtime tanpa bayaran. Hehe)

Comments