Coffee and Contemplation - 2

  Sejak 2012, gue berulang kali mau nabung dollar. Tapi gue urungkan. Bukan karena ngga yakin dollar bakal naik. Justru karena gue yakin dollar pasti naik terhadap nilai tukar rupiah. Dan gue kepikir, kalau dollar naik, pasti berdampak pada ekonomi negara. Ekonomi orang-orang di sekitar gue. Bukan karena mereka pake dollar. Tapi karena pada skala makro, pertukaran komoditi masih menggunakan dollar. Dan mau ngga mau, melihat harga dollar yang tinggi, komoditas dalam negri pasti melirik pasar luar. Namanya juga bisnis, maunya untung. Didasari pemikiran kalau nabung dollar berasa ngga nasionalis, dan berbahagia di atas kesulitan sodara sebangsa dan setanah air, maka gue memilih invest di saham-saham plat merah. Tujuannya selain untuk investasi juga berkontribusi terhadap usaha milik bangsa. Namun lagi lagi. Ngga di mana-mana, cinta gue selalu bertepuk sebelah tangan. Relationship, karir, berwarganegara, pada akhirnya, pemikiran dan tindakan gue yang dilandaskan perhatian, kasih sayang...

Normal's might be boring but it's safe.

It's so hard sometimes.
I don't even know if this is me or bipolar.
I don't have any encourage words anymore.
I want this to be ended.
To be normal.
Whatever its meaning.

It sad to sleep all day.
Unable to get up and do stuff.
It's tiring to up all night.
Getting along with stranger.
Flirting and seducing.
I wanna be normal.
To live some bored mediocre life.

Or at least.
I wanna have a one.
To share this awful nightmare.
But.
I'm afraid he might run down the hill.
I wanna be normal.
To feel content with all I have.

This emotion rage.
I couldn't help it anymore.
I need help.

Comments