Coffee and Contemplation - 2

  Sejak 2012, gue berulang kali mau nabung dollar. Tapi gue urungkan. Bukan karena ngga yakin dollar bakal naik. Justru karena gue yakin dollar pasti naik terhadap nilai tukar rupiah. Dan gue kepikir, kalau dollar naik, pasti berdampak pada ekonomi negara. Ekonomi orang-orang di sekitar gue. Bukan karena mereka pake dollar. Tapi karena pada skala makro, pertukaran komoditi masih menggunakan dollar. Dan mau ngga mau, melihat harga dollar yang tinggi, komoditas dalam negri pasti melirik pasar luar. Namanya juga bisnis, maunya untung. Didasari pemikiran kalau nabung dollar berasa ngga nasionalis, dan berbahagia di atas kesulitan sodara sebangsa dan setanah air, maka gue memilih invest di saham-saham plat merah. Tujuannya selain untuk investasi juga berkontribusi terhadap usaha milik bangsa. Namun lagi lagi. Ngga di mana-mana, cinta gue selalu bertepuk sebelah tangan. Relationship, karir, berwarganegara, pada akhirnya, pemikiran dan tindakan gue yang dilandaskan perhatian, kasih sayang...

I dont feel like to be alone

I have this friend. A girl. She always bug me to going out with her. Watching movie, dinner, shopping, etc. Then i just relieze, i never say no to her. Means i have plenty time to waste, right.

Once i ask her 'why dont you go by yourself?'

She said: 'i dont feel like eating alone. If im shopping alone, i cant ask for second opinion. And watching movie alone just miserable.'

'what's that make me then?' i laugh.
'you are loner. I need people to be with.' she said.

Just now a guy sat in front of me. Wondering why i call him. 'that's not usual.' he said.

Well, i think, tonight i dont feel like eating alone.

Comments