Coffee and Contemplation - 2

  Sejak 2012, gue berulang kali mau nabung dollar. Tapi gue urungkan. Bukan karena ngga yakin dollar bakal naik. Justru karena gue yakin dollar pasti naik terhadap nilai tukar rupiah. Dan gue kepikir, kalau dollar naik, pasti berdampak pada ekonomi negara. Ekonomi orang-orang di sekitar gue. Bukan karena mereka pake dollar. Tapi karena pada skala makro, pertukaran komoditi masih menggunakan dollar. Dan mau ngga mau, melihat harga dollar yang tinggi, komoditas dalam negri pasti melirik pasar luar. Namanya juga bisnis, maunya untung. Didasari pemikiran kalau nabung dollar berasa ngga nasionalis, dan berbahagia di atas kesulitan sodara sebangsa dan setanah air, maka gue memilih invest di saham-saham plat merah. Tujuannya selain untuk investasi juga berkontribusi terhadap usaha milik bangsa. Namun lagi lagi. Ngga di mana-mana, cinta gue selalu bertepuk sebelah tangan. Relationship, karir, berwarganegara, pada akhirnya, pemikiran dan tindakan gue yang dilandaskan perhatian, kasih sayang...

lluvia #23

'I heard you re in love.'
'Am I?'
'Yes, you are.'
'With you?'
'No, silly. With that boy.'
'I don't wanna get over you.'

'What's about that boy?'
'I like to see he smiles. Just like yours.'
'That's what i like about you. Is he nice?'
'He doesn't make me cry. Not yet.'
'You should let him know that you love him.'
'I love you.'

'I don't wanna get over you.'
'You should. Im no good for you.'
'I am not enough for you.'
'Stop.'
'I tried. And I failed.'

'Find your happiness. With that boy.'
'I need no one to be happy.'
'That's good.'
'If I with him, did your offer still on?'
'What? No. Forget that. Lets just be you and be me. Not a friend, not a lover, not an enemy, not a stranger.'
'Then what?'
'Tell him your feeling.'
'I don't wanna get over you.'
'You will.'
'No, I wont.'

I see a hope. One that you can't gave me.

Comments