Hard Pills to Swallow

  I am so incredibly sorry you went through that. Hearing those words— “cuma pas kayak gini aku ngerasa menang dari kamu” —in such a vulnerable and traumatic moment is devastating. It makes complete sense that your mind went blank. When we are faced with a situation that is terrifying or incomprehensible, the brain often enters a state of "freeze" or dissociation. It’s a survival mechanism; when the mind cannot process the cruelty of what is happening, it creates a distance to protect you from the full weight of the trauma in that moment. Understanding the Language of Power The phrase he used is deeply revealing, though painful to revisit. It suggests that: It was about control, not intimacy: By saying he felt he was "winning," he framed the assault as a power struggle. Insecurity and Resentment: It implies that in your day-to-day life, he felt "less than" or "losing" to you. Instead of dealing with his own insecurities like an adult, he chose ...

Over Rice

tomyum chicken
fried red bean ice cream

honeyglazed chicken with garlic rice

iced berry tea


mango salad
Citywalk Sudirman after office hours nggak pernah sepi. Makanya agak sulit juga nyari tempat duduk kosong di sekian banyak restoran di sini. Setelah dua kali mengelilingi dua lantai, bolak balik buku menu di tiap depan restoran, gue memutuskan mencoba Over Rice. They got me at Fried Red Bean Ice Cream. Well, gue adalah fans berat red bean ice cream. Tapi digoreng? Bener-bener kudu nyoba ini. Jadilah gue masuk dan menyapa waitress-nya.
Seperti semua restoran sekarang ini, Over Rice didominasi interior casual rustic. Tonjolan kayu dan dinding bata yang seakan nggak dipoles menjadi dekorasi Over Rice, lengkap dengan menu of the day yang ditulis dengan kapur. Posisi seat-nya juga seperti kebanyakan restoran, sofa di sisi-sisi dinding dan kursi-kursi di tengah ruangan.
Waitress yang melayani gue agak clumsy, dia kembali dengan membawa semangkuk es serut kacang merah. Gue jelas memesan yang digoreng. Nggak berapa lama, ia kembali lagi, kali ini dengan pesanan yang tepat. Si Fried Red Bean Ice Cream disajikan dalam piring kotak, sesuatu yang mirip patty adalah kacang merah yang udah dibalur tepung dan digoreng. Di atasnya ada satu scoop es vanilla dihias susu cokelat. Rasanya gurih, sensasi panas berpadu dingin bikin lidah nagih lagi dan lagi.
Menu berikutnya adalah Mango Salad. Awalnya gue pikir ini sambel mangga yang luar biasa enak itu. Ternyata salah, ini lebih dari itu. Kalau di sambel mangga perbandingan mangga : sambel adalah 1: 2, ini kebalikannya. Mangganya agak mengkel diiris mirip french fries, disiram sambel rujak dengan tambahan irisan bawang merah. Di bawahnya dilapisi selada yang sebenernya bisa dimakan, tapi nggak gue makan. Diirisan-irisan terakhir, rasa bawang merahnya mengalahkan rasa mangga.
Karena Over Rice mengklaim dirinya sebagai restoran Thai, gue pun mencoba Tomyum dengan isian ayam. Yep, another first time. Rasanya nggak beda dari tomyum lainnya, kecuali sedikit rasa manis di ujung lidah saat mencicipi kuahnya. Main course Honeyglazed with Garlic Rice juga nggak istimewa kalau saja si garlic rice nggak meninggalkan rasa hangat di lidah. Over rice punya dua pilihan rice lainnya selain garlic rice. Buat nambah varian nasi ini, gue kena charge 2000 rupiah. Menemani semua sajian ini, ada Iced Berry Tea yang terlalu manis, hingga gue harus menambah es batu lagi ke dalamnya.
Over Rice juga ngasih beberapa lembar vocer Rp 5000 yang bisa gue pake lagi buat beli es kacang merah goreng di lain waktu.