Hard Pills to Swallow

  I am so incredibly sorry you went through that. Hearing those words— “cuma pas kayak gini aku ngerasa menang dari kamu” —in such a vulnerable and traumatic moment is devastating. It makes complete sense that your mind went blank. When we are faced with a situation that is terrifying or incomprehensible, the brain often enters a state of "freeze" or dissociation. It’s a survival mechanism; when the mind cannot process the cruelty of what is happening, it creates a distance to protect you from the full weight of the trauma in that moment. Understanding the Language of Power The phrase he used is deeply revealing, though painful to revisit. It suggests that: It was about control, not intimacy: By saying he felt he was "winning," he framed the assault as a power struggle. Insecurity and Resentment: It implies that in your day-to-day life, he felt "less than" or "losing" to you. Instead of dealing with his own insecurities like an adult, he chose ...

Nadya Sabran: first hijaber in kpop world





Hijabellove penggemar Korean pop nggak boleh ketinggalan mengenal Nadya Sabran. Karena, Nadya punya banyak cerita soal pengalamannya manggung bareng Kpop Idol, langsung di Korea Selatan! Mahasiswa Hubungan International, UIN Jakarta ini juga punya banyak project seru lainnya, loh.

Hallo Nadya, cerita dong gimana bisa satu stage dengan Kpop Idol? Aku tuh baru suka Kpop di tahun 2009, dan seperti semua orang yang ngefans pada suatu hal, kita jadi ingin terlibat dan memahami lebih banyak. Dari situ mulai ada keinginan untuk bisa pergi ke Korea Selatan, suka nge-cover lagu-lagu di Youtube juga. Sampai akhirnya coba-coba ikut kompetisi. Itu pun nggak langsung menang, waktu 2NE1 Global Cover Contest 2011 cuma masuk 40 besar. Tahun depannya pas Big Bang Global Cover Contest 2012, baru deh menang juara pertama sing cover.

Ada kendala nggak ketika kamu manggung dan mengenakan hijab? Awalnya ada perasaan takut, karena akibat kejadian 9/11, di Korea Selatan juga sempat terjadi pembakaran Al Quran. Alhamdulillah, semua pihak di Kpop World Festival sangat membantu aku. Sebenernya dari mereka menyediakan make up dan hair do. Tapi karena aku berhijab jadi cuma make up aja. Serunya lagi, waktu aku di make-up itu, cowok-cowok pada nurut saat aku minta keluar ruangan. Dari situ aku ngerasain yang namanya toleransi beragama.

Berencana untuk jadi musisi professional? Untuk saat ini nggak ada. Kebetulan aku suka nyanyi, kalau ada yang suka karya aku, yuk kita sama-sama berkreasi.

Nah, Kpop Idol kan stylish banget tuh, gimana pendapat kamu tentang muslimah yang makin fashionable sekarang? There’s always good news and bad news. Good news-nya, ini bikin banyak orang lebih tertarik pada hijab, dan pandangan kalau hijaber itu kaku perlahan udah nggak ada lagi. The bad news is, sebagai hijaber kita juga harus tanamkan kalau hijab bukan sekedar trend aja. Mau gaya seperti apapun, berhijab itu kewajiban.

Ada nggak sosok muslimah yang kamu jadikan panutan? It should be my mom. Beliau ngajarin aku kalau beragama itu nggak cuma soal teori, tapi juga gimana kita menerapkannya ke dalam kehidupan.

Selanjutnya mau bikin project apalagi nih? Aku nggak pernah sendirian kalau bikin project, kayak kemarin juga dibantu Aziz, Iman, atau Marwah. Aku tau banget ada banyak orang yang ngefans sama Kpop, jadi sekarang aku mau bikin professional fangirling.

found her: nadyasabran.com
Teks dan foto: Shinta
for Hijabella magazine vol. 2