SCREAM

"Kenapa tidak berteriak?"   Pertanyaan yang selalu muncul ke permukaan dalam diskursus kekerasan seksual. Ada tuntutan tersirat tentang konsep the perfect victim,  bahwa korban yang "sah" haruslah sesosok manusia suci tanpa cela yang melawan sekuat tenaga. Jika kamu membeku karena shock dan tidak berteriak, maka di mata mereka, kamu bukan korban. "Kenapa mau ikut pergi sama terlapor?"   Pertanyaan berikutnya. Mengesankan bahwa jika korban setuju untuk bertemu atau bepergian, maka ia juga otomatis menyetujui tindakan kekerasan seksual yang terjadi. Logika usang ini menganggap kekerasan seksual tidak akan terjadi jika korban bisa menjaga diri dengan baik: tidak dekat dengan pelaku, tidak tinggal bersama pelaku, dan selalu waspada. Lagi-lagi, tuntutan menjadi a perfect victim . "Kalau sudah tahu dia begitu, kenapa tidak ditinggalkan? Kenapa masih mau berhubungan?" Bahkan aparat penegak hukum pun sering kali sulit menerima kenyataan ini. Mereka gagal...

Fully Distraction

Don't tell me, I always have some stuff to do. But can you refuse when your friend wanna sharing something? Jadi, out of nowhere, Unyunn muncul di meja saya, 'mba Shinta suka ngedit foto kan? Sini aku kasih link bagus.' Dan dia menjajah mouse baru saya, sibuk ngetik-ngetik di Google, next blink, she gave me this photo editing site. Choose your own effects, overlay and border.



No you don't need to use your imagination. Just some simple click.
Cheers,
Shinta. I'm so into photo editing stuff, gonna give more link later.

PS: unyunn, you should stop that 500 days of summer in your tumblr.

Comments