Coffee and Contemplation - 2

  Sejak 2012, gue berulang kali mau nabung dollar. Tapi gue urungkan. Bukan karena ngga yakin dollar bakal naik. Justru karena gue yakin dollar pasti naik terhadap nilai tukar rupiah. Dan gue kepikir, kalau dollar naik, pasti berdampak pada ekonomi negara. Ekonomi orang-orang di sekitar gue. Bukan karena mereka pake dollar. Tapi karena pada skala makro, pertukaran komoditi masih menggunakan dollar. Dan mau ngga mau, melihat harga dollar yang tinggi, komoditas dalam negri pasti melirik pasar luar. Namanya juga bisnis, maunya untung. Didasari pemikiran kalau nabung dollar berasa ngga nasionalis, dan berbahagia di atas kesulitan sodara sebangsa dan setanah air, maka gue memilih invest di saham-saham plat merah. Tujuannya selain untuk investasi juga berkontribusi terhadap usaha milik bangsa. Namun lagi lagi. Ngga di mana-mana, cinta gue selalu bertepuk sebelah tangan. Relationship, karir, berwarganegara, pada akhirnya, pemikiran dan tindakan gue yang dilandaskan perhatian, kasih sayang...

Morning Blog

Kalau orang-orang baca koran saban pagi, gue lebih memilih bacain blog orang-orang. Walaupun dengan resiko pengetahuan gue ngga bertambah. Hahaha. Here's some of them:

Wanderbites, food blog milik Fellexandro Ruby ini udah gue tongkrongin dari pertengahan 2010. Once I tweet about this awesome guy: I fall in love with the way u write. It's so captivated. Mercy heaven, walau gue adalah makhluk imaginer, Ruby berhasil tau eksistensi gue (halah).

Bon! Pictorial, sort of portfolio blog like mine, penulisnya Arman Yonathan adalah pemuda terunik yang gue sukai. Dia suka artis Thailand dibanding Korea, dia mendengarkan bossanova, swing dan lainnya yang gue nggak ngerti. Dia kebetulan kerja bareng gue di Gogirl! Jujur, dalam beberapa photoshoot gue suka nggak sependapat dengan dia. Dan dia suka nggak mau dengerin pendapat gue sebelum gue ngambek, hahaha.

My Kind of Person, gue mengetahui pemilik blog ini bernama Sadie. Gue suka bagaimana ia dengan lancar bercerita tentang segalanya. Semua mengalir sampai-sampai gue ngerasa ikut berada di dalam keseharian dia. Blog unik yang berfokus pada alas kaki dan memberi judul postingannya dengan angka.

Random Soliloquy, awalnya gue nemu blog milik Chekka ini pas terpaksa jadi fashion stylist di tempat kerja gue yang sebelumnya. Akhirnya Chekka punya fashion blog sendiri, misah dengan personal blognya. Tapi favorite gue tetep personal blognya ini. She writes about anything, dan gaya nulisnya yang konyol, lugas, kejam, sadis dll bikin gue menyeringai saat membacanya. Kami berbagi selera sarkas yang sama.

Gue baru banget men-deactive-kan Twitter gue. Sebagai gantinya, gue membuat ini. Dan walau gue tau itu adalah Tumblr, gue memperlakukannya layaknya ia adalah Twitter.

So, I just spent my every morning reading those blogs, wondering when will they have new posting. But, never bored scroll down to their oldest post. Keep Inspiring, guys.


Shinta, virtual stalker

Comments