Terlupa

Senja sudah berlalu lama ketika langkah-langkah kaki akhirnya memasuki rumah. Penat dan amarah yang terbawa dari jalanan Jakarta makin membuat gerah. Kulit legam menghitam. Mata memerah.

Ada perempuan yang terlupa menjalani hidupnya. Ia tenggelam terlarut dalam kenikmatan kerja. Yang semu dan membuat jenuh. Ia tidak lagi tertawa. Lama sejak ia berhenti tersenyum. Hatinya tiada. Hampa.

Malam kelam menaunginya saat ia teringat. Kemana jerit kesenangan, kemana kawan seperjuangan. Hilang. Semua berbeda arah. Ia menatap wajahnya kalah.

Ia menjelajah isi dunia. Berusaha mengecap tiap rasa. Percuma. Percuma. Sudah tidak bersisa. Ia menari, menggila, meronta, hingga lelah. Tidak ada yang berubah.

Ada seorang perempuan yang terlupa menjalani hidupnya. Ketika yang dicari hanya permata. Ketika teman tak membuat nyaman. Ketika cinta membuatnya muntah.

Comments