Tuhan tau, tapi menunggu.

Pertengahan Desember lalu, gue bingung antara mau beli camera pocket, kamera instan, atau sekalian DSLR. Semua punya kelebihannya masing-masing. Sementara budget terbatas.

Akhirnya, gue beli DSLR. Padahal, udah dua tahun kepengen kamera instan. Klo camera pocket, yah cuma karena lebih praktis aja sih. Pilihannya lebih antara kamera instan, atau DSLR.

Pas udah beli DSLR, keinginan untuk punya kamera instan nggak kunjung hilang. Tapikan yah, gue kudu qanaah. Merasa cukup dengan apa yang ada.
Tapi Tuhan punya rencana lain. Selang sebulan gue beli DSLR, gue dapet kamera instan. Free of charge.

Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi kah yang kamu dustakan?

Comments