Coffee and Contemplation - 2

  Sejak 2012, gue berulang kali mau nabung dollar. Tapi gue urungkan. Bukan karena ngga yakin dollar bakal naik. Justru karena gue yakin dollar pasti naik terhadap nilai tukar rupiah. Dan gue kepikir, kalau dollar naik, pasti berdampak pada ekonomi negara. Ekonomi orang-orang di sekitar gue. Bukan karena mereka pake dollar. Tapi karena pada skala makro, pertukaran komoditi masih menggunakan dollar. Dan mau ngga mau, melihat harga dollar yang tinggi, komoditas dalam negri pasti melirik pasar luar. Namanya juga bisnis, maunya untung. Didasari pemikiran kalau nabung dollar berasa ngga nasionalis, dan berbahagia di atas kesulitan sodara sebangsa dan setanah air, maka gue memilih invest di saham-saham plat merah. Tujuannya selain untuk investasi juga berkontribusi terhadap usaha milik bangsa. Namun lagi lagi. Ngga di mana-mana, cinta gue selalu bertepuk sebelah tangan. Relationship, karir, berwarganegara, pada akhirnya, pemikiran dan tindakan gue yang dilandaskan perhatian, kasih sayang...

Fairy Old Parents

Gue memang selalu bilang. Live for yourself. Namun ada beberapa saat lo harus hidup demi orang lain. Demi orang tua lo.

Saat sekolah.
Saat bekerja.
Saat menikah.

Karena kalau lo gak sekolah, lo nyusahin orang tua lo.
Kalau lo gak kerja, lo nyusahin orang tua lo.
Kalau lo gak nikah, lo nyusahin (hati) orang tua lo.

Saat lo sekolah, apakah lo mau berleha-leha atau mau jadi anak juara, yang ngerasain ilmunya adalah diri lo sendiri.
Saat lo bekerja, apakah lo mau berkeluh kesah atau mau bergelimangan harta, yang ngerasain duitnya adalah diri lo sendiri.
Saat lo menikah, apakah lo mau main gila atau mau jadi pasangan soleh/soleha, yang ngerasain ketenangan batinnya adalah diri lo sendiri.

Kadang kita seenaknya. Lupa kalau masih ada hak orang tua. Malahan sibuk menuntut hak kita. Sekolah, kerja, nikah, emang bukan perkara gampang.

Tapi ya itu. Kalau lagi lelah, kalau lagi kalah, kalau lagi gak inget untuk apa hidup di dunia.

Inget aja wajah orang tua kita. Inget rasanya jaman kecil kita pengen banget bahagiain mereka.

Inget aja kayak gitu kalau surga dan neraka terlalu jauh.

Inget aja orang tua.

Comments