Growing up, I spent most of my time alone. I spent it reading, playing pretend, writing short stories, dancing, and exploring. Of course, I had a crew: a bunch of busybody teenagers exploring the infinite possibilities of our hometown. When puberty hit, I fell in love with the idea of falling in love, but not the actual relationship part. I mostly read about romance in teen magazines and already felt exhausted by the obligations society threw at girls. Back in my day, being sad was a trend. I was there when the first emo punk bands debuted on MTV. I was there when Avril swapped her skateboard for a tutu. But personally, I was happy. So, I borrowed sorrow from pop culture instead. I picked up my brother’s beat-up guitar and learned to play the most heart-numbing songs. I was an emo girl. The quiet kind you could only discover by reading my notes or scrolling through my playlist. I am a middle-aged woman now. What was once a borrowed sorrow has become the story of my life. Those c...
A Week Before Entering Suicidal Club
on
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Jadi tuh ceritanya lagi demen bernostalgia di Youtube. Tiap hari ada aja serial lama yang diketik di kotak pencarian. Ini didorong rasa prihatin akan kondisi pertelevisian sekarang ini, dimana gue nggak lagi menemukan serial yang menggetarkan hati seperti dahulu kala. Dari semua itu, kalau boleh kecewa sih, gue kecewa dengan Indosiar dan RCTI yang menyusutkan jumlah film kartun anak di hari Minggu.
Nah dari semua yang gue puter ulang, mulai dari Candy-Candy, REMI, Card Captor Sakura, MARS, Meteor Garden, dll, akhirnya stuck di sini: Kamen Rider Black. Ceritanya tuh dari kecil gue emang pengen jadi Kotaro Minami, pengembara, manusia super, baik hati dan tampan. Iya, tampan. bisa jadi Tetsuo Kurata ini cinta pertama gue. Sampe pas kecil punya sepeda yang gue cat ijo-item dan dinamain Belalang Tempur.
Begitu dilihat lebih teliti pada MV di atas, keliatan gak sih kalo daerah mata, alis dan kening Tetsuo Kurata mirip dengan Taecyeon? Gue sih ngeliatnya mirip. Bedanya klo Taec giginya gede-gede, Tetsu giginya gingsul. Nggak cukup pasang video di channel Youtube doang, sekarang Bpod (BB yang berfungsi sebagai iPod) gue mulai diinvasi lagu-lagu Jepang lagi nih.
Gila, rasanya kangen banget gak sih? Pulang main nonton Kamen Rider Black. Udah berapa belas tahun yah, sejak bisa berjalan di bawah matahari tanpa beban pikiran. Dan dirasa-rasa, film-film jaman gue kecil tuh lumayan 'berisi'. Misalnya nih, gue tau penyebab khusus Perang Dunia I dari serial Candy-Candy. Gue paham masa Restorasi Jepang dari Samurai X. Masa-masa Revolusi Perancis gue baca dari Lady of Versailles atau Lady Oscar.
Bukannya mau menggembar-gemborkan kesenangan sebagai generasi 90an, cuma yah bersyukur aja, jaman gue kecil dan remaja, suguhan film, anime, manga dan musiknya berbobot semua. Kali sekarang emang udah akhir jaman, jadi cuma dapet sisa-sisa yang kagak ada isinya. Tapi asiknya sih jaman sekarang teknologi canggih banget. Dulu pas SD cuma nulis di diary yang ada gemboknya, sekarang nulis di netbook yang ada passwordnya.
Lalu, kalau asik-asik nostalgia gini, jadi mau pinjem mesin waktunya Doraemon. Mau meninggalkan catatan dari masa depan buat Shinta. Ngasih bocoran supaya dia nggak selalu sendirian mengatasi masalah. Ngasih tau kalau di masa depan muka dia kayak peta dan semua orang bakal nanya alamat ke dia. Dan yang terpenting, mengingatkan kalau dia bukan manusia super yang menanggung beban umat manusia di pundaknya. Get lose, have life. You have nothing to worry.