Coffee and Contemplation - 1

  It was a pleasant evening, and I always order a Japanese iced filter whenever I spend time at this particular slow bar in Jakarta. As I sipped my 50k-something coffee, my mind began to contemplate the passage of time. Ten years ago, I only paid 18k for the same menu item, the same beans. I understand how inflation works, and I know that coffee crops depend heavily on nature to thrive. Yet, as I sat there, I realized how drastically prices have skyrocketed over the last decade—not just for coffee, but for everything. Even though my salary has increased fourfold in that time, I still feel as though my buying power has weakened. It wasn't just the price of the beans that bothered me; it was the realization that the cost of living is quietly eroding everything I’ve worked for. I won't go into the weeds of government mismanagement, but it reminded me of a scene in The Trial of the Chicago 7 , where Joseph Gordon-Levitt’s character asks Sacha Baron Cohen’s about his contempt for hi...

Mid day at MidTown Owl

Gue selalu menyesali keputusan nggak bawa kamera. Karena gue nggak pernah mengira akan duduk-duduk nikmat di sebuah restoran cantik di tengah gedung-gedung tinggi Central Park. Sekali lagi, tanpa rencana. Hari ini gue emang harus bertemu dengan sosok inspiratif lainnya dan kebetulan beliau rela ngebayarin gue sarapan.
foto: xhottypottyx.blogspot.com
Tapi, kalau lo pencinta nachos seperti halnya gue, lebih baik jangan pesan nachos di sini. Sedangkan orange squash dan mocha milkshake-nya wajib dicoba. Menu sarapan juga pas di perut. Lalu seperti semua tempat makan di Jakarta, kita bisa membeli suasana yang nggak bisa kita dapatkan di rumah. Atau kantor. Kabarnya, kalau malam tempat ini lebih rame. Yang pasti gue suka ruangan dengan banyak jendela kaca. Hemat biaya lampu dan nggak membuat gue merasa klaustrafobia.

Playlistnya menggetarkan hati. Dari Coldplay ke John Mayer. Deretan boyband 90-an. Sekarang bahkan memutar Matchbox Twenty. I definitely will coming back. Seriusan, pilihan lagu di sini oke banget. Saking okenya, bahkan membuat gue memutuskan untuk menelepon si manusia super. Cuma untuk mendengar jawaban 'mmm', 'heeh', 'iya', 'ngga'. Bukannya gue nggak menduga itu.

Udah lama nggak nemu restoran yang bikin gue betah berlama-lama. Mungkin lain kali gue akan kembali ditemani kamera. Meskipun, makanan nggak memuaskan hasrast gue. melainkan atmosfer yang ditawarkan Midtown Owl.

Sebrang Lobby Royal Mediterania Garden (Central Park,Jakarta Barat)
Telp : 021-29427007 Pin BB : 22A63431