Apa Kabar, Bo?

  Apa kabar, Bo? Kemarin saya ke Gramedia. Sanctuary saya pas jaman SD. Dulu waktu Hero Swalayan masih ada di Gatot Subroto. Biasanya saya ke sana setelah ngumpulin duit jajan seminggu dan bisa buat beli komik. Ngga seperti sekarang, dulu banyak komik yang sampul plastiknya terbuka, jadi saya puas-puasin baca sebelum akhirnya beli cuma satu.  Jaman itu majalah Bobo tidak setipis sekarang. Apalagi pas edisi khusus, tebalnya bisa ngalahin kamus. Hahaha, bercanda ya, Bo. Bobo benar-benar teman bermain dan belajar saya, ada beberapa dongeng dunia yang sampai detik ini saya masih ingat. Ada juga dongeng lokal yang jadi favorit saya. Mungkin penulis Bobo sudah lupa, ada sebuah cerpen, yang memuat cerita ibu petani yang asik bekerja hingga anaknya kelaparan. Saya ingat ada syairnya: tingting gelinting, perutku sudah genting, kelaparan mau makan. Saya kemudian meniru syair tersebut dan dimarahin Mama. Beliau bilang, ngga pantas didenger orang. Oh ya, Bo. Mama adalah orang yang berjasa...

If Steak Has Super Hero

gimana caranya nulis review tanpa nelen ludah? soalnya steak di kedai ini jauh di atas kata enak. rahasia utamanya ada di daging black angus yang jadi andalan di sini. tapi, daging ini bukan apa-apa kalau nggak disiram pake salah satu (atau dua) saus racikan sendiri dari Mas Windhu. dan saus ini nggak akan ditemui di kedai steak lainnya.
dari 8 saus yang ada, menu wajib coba adalah Cajun Delight. Sirloin bertabur wijen ini rasa pedesnya nggak nanggung-nanggung. misal kita nggak pake pesan sponsor: jangan pedes-pedes. dijamin lidah bakal seger banget saat mengunyah potongan sirloin.


nggak boleh ketinggalan juga Butter Garlic dengan soulmate-nya, si tenderloin. tampilan luar emang lebih kecil dari pada sirloin, tapi daging yang tebal dan lembut ini sanggup bikin perut kenyang.  kayak namanya, Butter Garlic ini isinya emang irisan bawang putih, butter dan garem. some people, termasuk saya, mungkin meng-underestimate ini saus. well, u gotta taste it to know it. potong seiris daging tenderloin, lumuri dengan si Butter Garlic, dan rasakan gimana gurih dan juicy-nya saat keduanya berpadu di dalam mulut. my mouth is watering right now.
bukan cuma steak super dari Super Steak yang bikin saya berniat kembali lagi ke sini. keramahan keluarga Mas Windhu juga jadi satu poin kerinduan saya pada Butter Garlic. well, lebih karena sausnya sih. dan daging black angusnya.