Borrowed Sorrow

  Growing up, I spent most of my time alone. I spent it reading, playing pretend, writing short stories, dancing, and exploring. Of course, I had a crew: a bunch of busybody teenagers exploring the infinite possibilities of our hometown. When puberty hit, I fell in love with the idea of falling in love, but not the actual relationship part. I mostly read about romance in teen magazines and already felt exhausted by the obligations society threw at girls. Back in my day, being sad was a trend. I was there when the first emo punk bands debuted on MTV. I was there when Avril swapped her skateboard for a tutu. But personally, I was happy. So, I borrowed sorrow from pop culture instead. I picked up my brother’s beat-up guitar and learned to play the most heart-numbing songs. I was an emo girl. The quiet kind you could only discover by reading my notes or scrolling through my playlist. I am a middle-aged woman now. What was once a borrowed sorrow has become the story of my life. Those c...

If Steak Has Super Hero

gimana caranya nulis review tanpa nelen ludah? soalnya steak di kedai ini jauh di atas kata enak. rahasia utamanya ada di daging black angus yang jadi andalan di sini. tapi, daging ini bukan apa-apa kalau nggak disiram pake salah satu (atau dua) saus racikan sendiri dari Mas Windhu. dan saus ini nggak akan ditemui di kedai steak lainnya.
dari 8 saus yang ada, menu wajib coba adalah Cajun Delight. Sirloin bertabur wijen ini rasa pedesnya nggak nanggung-nanggung. misal kita nggak pake pesan sponsor: jangan pedes-pedes. dijamin lidah bakal seger banget saat mengunyah potongan sirloin.


nggak boleh ketinggalan juga Butter Garlic dengan soulmate-nya, si tenderloin. tampilan luar emang lebih kecil dari pada sirloin, tapi daging yang tebal dan lembut ini sanggup bikin perut kenyang.  kayak namanya, Butter Garlic ini isinya emang irisan bawang putih, butter dan garem. some people, termasuk saya, mungkin meng-underestimate ini saus. well, u gotta taste it to know it. potong seiris daging tenderloin, lumuri dengan si Butter Garlic, dan rasakan gimana gurih dan juicy-nya saat keduanya berpadu di dalam mulut. my mouth is watering right now.
bukan cuma steak super dari Super Steak yang bikin saya berniat kembali lagi ke sini. keramahan keluarga Mas Windhu juga jadi satu poin kerinduan saya pada Butter Garlic. well, lebih karena sausnya sih. dan daging black angusnya.