Coffee and Contemplation - 1

  It was a pleasant evening, and I always order a Japanese iced filter whenever I spend time at this particular slow bar in Jakarta. As I sipped my 50k-something coffee, my mind began to contemplate the passage of time. Ten years ago, I only paid 18k for the same menu item, the same beans. I understand how inflation works, and I know that coffee crops depend heavily on nature to thrive. Yet, as I sat there, I realized how drastically prices have skyrocketed over the last decade—not just for coffee, but for everything. Even though my salary has increased fourfold in that time, I still feel as though my buying power has weakened. It wasn't just the price of the beans that bothered me; it was the realization that the cost of living is quietly eroding everything I’ve worked for. I won't go into the weeds of government mismanagement, but it reminded me of a scene in The Trial of the Chicago 7 , where Joseph Gordon-Levitt’s character asks Sacha Baron Cohen’s about his contempt for hi...

How are u, Brother Grimm

I don't know with u, guys. Saya sendiri tumbuh besar dengan kisah-kisah Grimm Bersaudara. Hansel n Gretel, Snow White, Rapunzel? Yes, mereka bukan buatan Walt Disney. Versi aslinya, ditulis oleh dua bersaudara keturunan Slovakia, German.

Remember that Disney verse of those story always end with: happily ever after, stuff? Yeah, begitu fairy tales seharusnya, kan? Nah, gue baru aja baca versi super asli dari ketiga cerita itu.

Super asli? Yes, ternyata nih, buku yang gue punya jaman kecil dulu, udah diacak-acak sama editor, supaya sesuai dengan 'nilai moral'. Supaya banyak referensi, gue pun mulai klik sana dan klik sini. Hasilnya, mengejutkan!

Dalam versi super asli cerita Hansel n Gretel, ibu jahat yang hendak membuang mereka ternyata bukan ibu tiri, melainkan ibu kandung! Terlebih lagi, ayah baik hati yang sedikit bodoh, ternyata sadar sepenuhnya dan ikut mendukung rencana si istri. Poor Hansel n Gretel. Begitupun di cerita Snow White. Ratu jahat yang memerintahkan agar Snow White dibunuh, ternyata ibu kandung dari Snow White.

Khawatir dengan kontroversi dalam cerita ini, beberapa penerbit pun campur tangan 'menghaluskan' karakter si ibu kandung. Ayolah, mana ada sih, ibu kandung yang tega menjahati anak sendiri? Demikian argumen mereka.

Kisah Rapunzel lebih lucu lagi. Dalam versi yang gue punya, Rapunzel nggak sengaja keceplosan dan bilang ke nenek penyihir yang lagi manjat pake rambut dia: 'nenek, lambat banget manjatnya, nggak kayak pangeran'. Nah, di versi super asli, yang bikin Rapunzel ketauan kalau dia sering ditengok pangeran adalah pengakuan lugu dari Rapunzel. Dia bilang: 'kenapa semakin lama baju ku semakin sempit di sekitar perut?'
Guess what, sodara-sodara, Rapunzel hamil!! Hehehe, karena dianggap nggak sesuai moral setempat saat itu, bagian ini dimodifikasi.

Suddenly, suddenly, gue kepikiran. Kabarnya, sejarah bangsa terutama kasus G30S/PKI, banyak yang dimodifikasi. Begitu juga dengan drama proklamasi Indonesia. Penasaran deh, mau korek-korek lebih dalam tentang itu. Mungkin, gue bakal semedi beberapa saat di tumpukan buku penuh debu.

Comments