SCREAM

"Kenapa tidak berteriak?"   Pertanyaan yang selalu muncul ke permukaan dalam diskursus kekerasan seksual. Ada tuntutan tersirat tentang konsep the perfect victim,  bahwa korban yang "sah" haruslah sesosok manusia suci tanpa cela yang melawan sekuat tenaga. Jika kamu membeku karena shock dan tidak berteriak, maka di mata mereka, kamu bukan korban. "Kenapa mau ikut pergi sama terlapor?"   Pertanyaan berikutnya. Mengesankan bahwa jika korban setuju untuk bertemu atau bepergian, maka ia juga otomatis menyetujui tindakan kekerasan seksual yang terjadi. Logika usang ini menganggap kekerasan seksual tidak akan terjadi jika korban bisa menjaga diri dengan baik: tidak dekat dengan pelaku, tidak tinggal bersama pelaku, dan selalu waspada. Lagi-lagi, tuntutan menjadi a perfect victim . "Kalau sudah tahu dia begitu, kenapa tidak ditinggalkan? Kenapa masih mau berhubungan?" Bahkan aparat penegak hukum pun sering kali sulit menerima kenyataan ini. Mereka gagal...

What's 2PM do before up in stage?

Bisa dibayangkan bagaimana gemetarannya saya duduk berhadap-hadapan dengan 6 cowok ini? Saat Jun K menjawab pertanyaan saya, saat Khun tersenyum jenaka pada saya. Ah, atau saat Taec sedikit curi-curi pandang ke arah saya? (oke ini mungkin karena saya kegeeran aja, atau Taec emang malu bertatapan sama saya?)
Video taken with my smartphone's camera. Sorry for low quality video.

Comments