SCREAM

"Kenapa tidak berteriak?"   Pertanyaan yang selalu muncul ke permukaan dalam diskursus kekerasan seksual. Ada tuntutan tersirat tentang konsep the perfect victim,  bahwa korban yang "sah" haruslah sesosok manusia suci tanpa cela yang melawan sekuat tenaga. Jika kamu membeku karena shock dan tidak berteriak, maka di mata mereka, kamu bukan korban. "Kenapa mau ikut pergi sama terlapor?"   Pertanyaan berikutnya. Mengesankan bahwa jika korban setuju untuk bertemu atau bepergian, maka ia juga otomatis menyetujui tindakan kekerasan seksual yang terjadi. Logika usang ini menganggap kekerasan seksual tidak akan terjadi jika korban bisa menjaga diri dengan baik: tidak dekat dengan pelaku, tidak tinggal bersama pelaku, dan selalu waspada. Lagi-lagi, tuntutan menjadi a perfect victim . "Kalau sudah tahu dia begitu, kenapa tidak ditinggalkan? Kenapa masih mau berhubungan?" Bahkan aparat penegak hukum pun sering kali sulit menerima kenyataan ini. Mereka gagal...

My best friend pre wedding







You know what, gue ngerasa satu hari akan terbuang percuma kalau gue nggak mempelajarai sesuatu yang baru. Jadi, pas diajak bantu-bantu buat pre wedding photoshoot, gue langsung mau. Seperti biasa, tugas gue adalah jadi stylist dan pengarah gaya dadakan. Dan karena gue suka banget bikin behind the scene photo/ video, gue nggak mau ketinggalan bikinin yang ini juga. Barengan Lockomotion gue menjelajahi Jakarta. Mulai dari Setiabudi, Taman Menteng, Stasiun Cikini, Sunda Kelapa, sampe nunggu malam di Bunderan HI. Pas sampe rumah, udah lewat waktu tidur gue. Jadi ngantuknya udah ilang. iseng-iseng, gue edit-edit foto aja deh. Here's some of them.


Fyi, kalau foto rame-rame bawa-bawa lighting dan kamera profesional, kita kudu ijin ke pos polisi yang di sebrang bunderan itu. Kalau untuk keperluan formal, kudu bawa surat ijin, misalnya dari kantor atau sekolahan. Kalau nggak formal, cukup lisan aja. Nggak pake disuruh bayar apa-apa kok. Tujuannya supaya pihak kepolisian tau kalau lagi ada kegiatan di sekitaran bunderan. Coba cari Pak Chandra atau Pak Sigit.

Enjoy,
Shinta. Only a dead man who stop learning.

Comments