Borrowed Sorrow

  Growing up, I spent most of my time alone. I spent it reading, playing pretend, writing short stories, dancing, and exploring. Of course, I had a crew: a bunch of busybody teenagers exploring the infinite possibilities of our hometown. When puberty hit, I fell in love with the idea of falling in love, but not the actual relationship part. I mostly read about romance in teen magazines and already felt exhausted by the obligations society threw at girls. Back in my day, being sad was a trend. I was there when the first emo punk bands debuted on MTV. I was there when Avril swapped her skateboard for a tutu. But personally, I was happy. So, I borrowed sorrow from pop culture instead. I picked up my brother’s beat-up guitar and learned to play the most heart-numbing songs. I was an emo girl. The quiet kind you could only discover by reading my notes or scrolling through my playlist. I am a middle-aged woman now. What was once a borrowed sorrow has become the story of my life. Those c...

Porto! 2


“Rip Curl: Girls Go Surfing Day”

We got sun, beach and wave, what you need now is some surfing skills. Alasan ini juga yang membawa Gogirl! menuju Double Six Beach di Legian, Bali. Soalnya hari Minggu, 29 Mei 2011 lalu, Gogirl!  ikutan kelas surfing yang digelar Rip Curl, Girls Go Surfing Day. Acara yang udah sukses diadakan selama  8 tahun oleh Rip Curl School of Surf, bertujuan untuk ngasih pengetahuan dasar surfing buat cewe-cewe. Sesuai nama acaranya, cuma kita-kita nih, yang boleh ikutan di Girls Go Surfing Day. Wah, ngebayanginnya aja udah keren banget kan kalau cewe-cewe macam kita bisa surfing.

Untuk bisa gabung dalam Girls Go Surfing Day, cukup dengan biaya registrasi sebesar Rp 120.000. Kita bisa mengikuti surf lesson dan dapat goodie bag dari Rip Curl. Sejak booth pendaftaran dibuka pada jam 9.30, udah banyak cewe-cewe yang ngantri buat daftar. Tahun ini, Girls Go Surfing Day diikuti oleh 130 peserta termasuk dari Malaysia dan Thailand. Menjelang pukul 10.30, baru deh kelas pertama dari surf lesson ini dimulai.

Kelas berdurasi satu jam ini diawali dengan perengangan. Ada Jonathan Deaker dari School of Surf yang menjadi instruktur dibantu para professional surfer. Selesai perenggangan, ada sedikit pengetahuan nih tentang surf board.  Setelah itu, baru deh kita diajarin teknik dasar surfing. Dari mulai basic standing, positioning on the surfboard and how to paddle. Seru banget , bisa menjajal ombak di Double Six Beach. Dan ngga perlu takut, karena kita juga ditemani para surfer dari School of Surf.

Selesai surf lesson, kita bisa beristirahat sambil mengunjungi beberapa booth yang udah disediakan Rip Curl. Ada beauty booth dimana kita bisa bikin body art, nail art dan dapet free massage. Kita juga bisa ikutan photo contest dengan backdrop Rip Curl. Hadiahnya? Sebuah kamera lomo persembahan Rip Curl!! Masih belum puas? Banyak games seru yang digelar di sela-sela acara. Lucu loh ngeliat para peserta ikutan lomba tarik tambang dan balap karung.

Biarpun acara dimulai dari pukul 09.00 dan sempat sedikit hujan, kayaknya semua yang ikut berpartisipasi belum mau acara ini usai. Jadi setelah surf lesson sesi ketiga selesai, kita bisa menikmati penampilan band sambil barberque-an di pinggir pantai. Dan Rip Curl juga ngasihin special awards ini untuk para peserta, yaitu best wipe-out, best ride and best style. We all having good time on the beach! See you next year, surfer!

Text dan foto: Shinta
Gogirl! Magazine vol. 78

Comments