Fresh Graduate Guide Into The Wild

Abis lulus terus ngapain?

Jika kamu adalah sosok baru di kelas pekerja, saran saya adalah luangkan waktu untuk berselancar di mesin-mesin pencarian. Kamu mungkin membutuhkan arahan bagaimana menulis CV dan mengirimkan lamaran kerja dengan tepat.
Kamu mungkin akan menemukan tips-tips yang tepat untuk membuat CVmu cemerlang dan body email yang eksentrik sehingga recruiter melirik.

Senior bisa sok galak begini

Namun bukan itu yang hendak saya bagikan. Setelah cukup lama menjadi buruh bulanan, saya semakin merasa bermusuhan dengan fresh graduate. Saya tidak akan menyematkan kata millenials karena mungkin saya adalah bagian dari itu. Jadi, ini adalah sekelebat uneg-uneg hasil menghadapi fresh graduate (dan anak magang) beberapa tahun terakhir.

Banyak nanya, bukan sering nanya. Kamu tau kakak-kakak di perkantoran itu udah stres dengan kerjaan mereka yang kok nggak selesai dan selalu ada revisi. Bayangin saat kamu lagi sibuk-sibuknya, terus ada temen yang nanya. Karena kamu baik hati, maka kamu jawabin. Lalu selang berapa lama mereka nanya lagi. Dan beberapa saat kemudian mereka kembali nanya.
Huft. Padahal, kamu bisa ketik dulu kebingunganmu di Google, sebelum bertanya. Dan hanya tanyakan hal yang nggak bisa kamu temukan jawabannya di Google.
Lalu ketika diberikan waktu untuk bertanya, tanya yang banyak. Jangan tanya satu, terus 15 menit kemudian balik nanya lagi.
Ingat, banyak nanya berarti nggak banyak kerja.

Nanya mulu kek wartawan

Banyak gaya. Well people, office is a high school all over again. Jadi pastikan kamu dress down dulu di sebulan awal masuk kerja. Pas orang udah nggak kaget dengan pilihan fashion kamu, maka kamu bebas sebebas-bebasnya untuk bereksperimen. Karena nggak di mana-mana orang tua nggak seneng liat anak muda banyak gaya.
Eits, ini nggak terbatas pada fashion choice, ini juga termasuk cara kamu ketawa, makan, berbicara, mengibaskan rambut. Oh, yes, tentu saja akan ada sekelompok orang yang bete sama kamu cuma karena kamu jadi dirimu sendiri.
Seringkali orang menginginkan kebebasan tapi pada saat yang sama tidak membebaskan orang lain.

Di kantor juga ada geng populer

Males ngomong. Serba salah kan ya? Cerewet salah, diem aje juga salah. Yah, intinya seperti ketika masuk sekolah atau kuliah, kamu diharapkan beradaptasi. Apalagi ini lingkungan profesional, kamu diharapkan nggak baperan dan bertindak sesuai standar pergaulan kantor kamu.
Kalau kamu tipe orang yang irit berkata-kata, kamu harus mulai belajar beradaptasi dan berpura-pura untuk tersenyum saat diajak bicara. Apalagi kalau diminta pendapat soal urusan kerjaan.
Ingat ya, kamu dibayar bukan cuma buat ketik-ketik atau coret-coret. Kamu dibayar terutama untuk berpikir. Jadi selama orang masih meminta pendapatmu, gunakan sebaik-baiknya, keluarkan ide-ide yang membuat bos ingin menaikan jabatanmu.

Kalau diam itu emas, kenapa kamu masih jadi buruh?

Memberikan ide saat brainstorming adalah hal yang diharapkan dari kamu. Kalau ini sih ya apakah kamu freshgraduate atau nggak, orang-orang lama berharap kamu ngasih ide. Selain untuk mempercepat jalannya meeting juga karena itu adalah alasan kamu dipekerjakan. Cuma nih, pastikan kamu mengemukakan ide kamu di ruang publik untuk mencegah ide kamu dibajak sama kolega lain. Kamu pikir teman-teman sekantormu itu baik-baik semua? Huh.

Jangan sampai ide kamu diambil orang

Jadi, kamu pikir kamu udah siap buat gabung di kelas pekerja?