2PM is Back, Again. And Again.



Nah, jadi mereka datang lagi. Setelah BB live dan Hands Up Asia Tour, besok Taec dkk bakal manggung lagi di MEIS dalam konser What Time Is It.
Banyak terdengar kabar kalau konser ini dipaksakan karena kasus Khunnie. Benar atau tidaknya saya malas cari tau. Jujur saya sedikit kesal mereka kembali lagi tanpa didahului single atau album baru. Apalagi project solo Uyong dan Jun-K nggak terlalu fantastik. Saya cuma khawatir, mereka nggak dapat sambutan meriah di sini seperti kali sebelumnya. Tau kan hukum Break Even Point? Saya sendiri udah lumayan kesel ngeliat tingkah Kpop Geek karbitan. Orang-orang yang tadinya bego dan nggak tau siapa itu JYJ, kemudian sekarang grasak grusuk cari tau semua perkembangan Kpop. Kemane aje, mpok?
Sebenernya bagus juga 2PM bikin konser lagi. Tapi sebagai fans posesif saya tetap nggak rela mereka bulak balik ke Jakarta kayak Maroon 5. Jangan sampe ujung ujungnya jadi ngajar bahasa Inggris seperti Keith Martin.

Saya udah lama punya kecurigaan kalau korean idol dipekerjakan secara berlebihan. Dan kali ini saya melihatnya dari tampang ngantuk dan bosannya Uyong. Hello, come on, ini Uyong. The most hillarious man in packs. Pas round table, mood mereka masih membaik. Khunnie, lagi-lagi, sempat bertukar tawa dengan saya. Tampang mereka nggak sebaik itu pas prescon massal. Saya pengennya sih teriakin tukang foto di belakang saya dan bilang: gak usah pake blitz, woiii. Gak tega liat 2PM duduk nggak nyaman di panggung sambil menjawab pertanyaan yang itu-itu lagi.

Masih mau nyepele-in Kpop Idol? Well, dont.