lluvia #9

Hari ini, hati gadis itu terluka lagi. Ah, bukan. Lukanya membuka lagi. Karena ia menaruh hati di tangan lelaki itu. Membiarkan kebahagiaannya tertoreh dengan ijin si lelaki.

Ada seorang pemuda, yang lama telah menatap kepada gadis itu. Pemuda yang kembali ditemuinya setelah berbilang tahun. Namun si gadis tidak memiliki hati untuk diserahkan pada si pemuda.

Sementara lelaki itu, mungkin, menatap penuh rasa geli, kenapa gadis ini tak tau waktu untuk berhenti? Lupakah ia bahwa hujan akan membuatnya sakit hingga nyaris mati?

Hari ini senyuman tersembunyi dari bibir si gadis. Hatinya sedih, pilu bagai tersayat sembilu. Tak ada lagi bayangan sang lelaki tiap ia memejamkan mata.

Hujan telah berhenti. Menyisakan suram dan tanah berlumpur. Si gadis belum lagi sadar, hatinya tak mampu berlari, walau sang lelaki telah lama pergi.

Comments