lluvia #4

Gadis itu menunggu hujan. Menunggu kenangan akan lelakinya datang membanjiri otak.
Ia berkata: aku bisa mendengarnya dengan telinga tertutup. Aku bisa melihatnya walau mata terpejam.
Namun ia tidak melihatku. Atau siapapun yang datang menawarkan hati padanya. Begitulah nasib ku. Dan orang sebelum ku, dan sebelumnya lagi. Gadis itu hanya berkata: tinggallah di sini. Namun istananya penuh nama lelaki itu.
Pada akhirnya, siapa pun yang datang akan meninggalkannya sendiri. Begitu pun aku.
Semoga hujan lekas datang, dan gadis itu dapat bersua dengan kenangannya. Hanya kenangannya.


Comments