Porto! 21



Dried Cassava, a Mind Thieves

Gimana jadinya kalau cowok-cowok berbakat macam Baskoro Adhi Juwono, Nandie Daniel Febrian , Bana Drestanta dan Kago Mahardono seru-seruan bareng? Sure thing they can steal our mind with their songs. Meet up, Dried Cassava!

Ketemu pas satu SMA bareng, keempat cowok ini memutuskan buat ngebentuk band. Kebetulan, mereka sama-sama suka banget sama Incubus dan mulai ngecover lagu-lagunya. “Awalnya kita ngeband cuma iseng aja. Karena sering ngejamm bareng. Terus mulai bikin-bikin materi lagu.” Cerita Nandie tentang awal terbentuknya Dried Cassava. Formasi Abas, panggilan akrab vokalis Dried Cassava, dengan Nandie sebagai gitaris, pemain bass Bana Drestanta, dan pemain drum Kago Mahardono sepakat ngeband bareng.

Akhirnya, band yang udah terbentuk sejak pertengahan 2005 ini memutuskan untuk serius menjalani keseharian mereka sebagai bagian dari Dried Cassava. “ Jujur masih susah ngatur jadwal sih, kan masing-masing juga pada punya kesibukan sendiri. Tapi karena udah lama ngeband, materi lagu juga udah banyak. Kayaknya ini saatnya Dried Cassava bikin album.” Lanjut Nandie.

Ngedengerin album pertama dari Dried Cassava, Mind Thieves, terasa alunan music funk yang kental sejak intro gitar dimainkan. Dengan system self release, empat cowok lulusan Pangudi Luhur ini memasukan 12 lagu ke dalam debut albumnya. Nggak cuma funk, sentuhan blues, pop, rock dan music klasik menyusun puzzle tiap nada menciptakan bait-bait lagu yang super keren. Ada Paradox dan Freefall yang berhasil menggelitik Gogirl! untuk tau lebih banyak tentang Dried Cassava. Plus Manusia Beruang, satu dari dua lagu berbahasa Indonesia di album tersebut.

“ Di Mind Thieves cuma ada dua lagu dalam bahasa Indonesia, bukan karena mau sok-sokan Barat. Tapi, gue ngerasa beberapa kata lebih cocok diucapkan dalam bahasa Inggris.” Kali ini giliran Abas menjawab pertanyaan Gogirl!. Dari tangan Abas pula lah lirik-lirik catchy milik Dried Cassava tercipta. Didaulat sebagai orang yang paling puitis (dan galau) oleh ketiga temannya, Abas menciptakan deretan lagu berdasarkan pengalamannya, sekaligus memasukan ide dari pemikirannya.

Jangan dulu ngebayangin empat sekawan ini jumawa dengan pencapaian mereka. Berulang kali nonton performance mereka, Gogirl! masih bisa ngeliat kegugupan begitu mereka naik panggung. “ Wah, sebenernya bukan nervous,” Abas langsung menyanggah, “Tiap naik panggung tuh, gue selalu excited. Dan itu sampe gemeteran gitu saking senengnya.” Ucapnya diiyakan oleh Kago. “ Kita selalu berdoa dulu tiap naik panggung.”

Jam terbang Dried Cassava udah lumayan banyak untuk band berumur 5 tahun. Masing-masing juga punya pengalaman best stage sendiri. Selain Java Rocking Land, mereka menyebutkan stage PRJ sebagai best stagenya. “ Hahaha, di PRJ itu, kita manggung dengan penonton yang beragam. Dari mulai yang tau Dried Cassava, sampe ibu-ibu gendong anak, lengkap deh.” Kenang Bana.
Rencana selanjutnya buat 2012? Sepakat mereka menjawab album kedua dan manggung di luar Jakarta. Nah, gimana kalau 2012 will be the end of the world like rumor says? “ Gue mau punya anak. Gue mau liat ‘cetakan’ gue jadinya gimana.” Jawaban Nandie langsung disambut gelak tawa dari Gogirl! dan Dried Cassava.  

Teks: Shinta
Foto: Arman Yonathan

Ps: foto di atas gue edit pake Pizap.com